military, intelligence, security & foreign policy
military, intelligence, security & foreign policy

Evolusi Bom Udara ke Darat

Hari ini saya baca artikel karangan Letda Sus Achmat Joing, Peneliti Puslitbang Industri Balitbang Dephan tentang perkembangan bom air to ground/surface. Ternyata pada awalnya bom udara ke darat hanya berupa granat yang dijatuhkan dari cockpit, pada dekade sebelum PD I (remember waktu itu cockpit pesawat masih terbuka — kira-kira seperti bajaj lah).

Di tahun tahun berikutnya, bom udara ke darat kemudian berkembang menjadi bom “mati”, tanpa guiding system. Namun bom seperti ini memiliki berbagai kekurangan, terutama karena posisi jatuhnya bom sangat bergantung pada posisi dan kecepatan pesawat saat melepas bom. Hal ini menyebabkan harus cukup banyak bom yang dilepaskan untuk menghancurkan sasaran, untuk mengkompensasi bom-bom yang nyasar. Masalah lain adalah collateral damage yang cukup besar karena akurasi bom-bom seperti ini cukup rendah.

Untuk mengatasi kekurangan ini, dicarilah cara untuk membuat bom/missile bisa diarahkan (mungkin lebih tepat : mengarahkan dirinya ke arah target), hingga akhirnya keluarlah guided bomb, yaitu bom pintar yang dilengkapi dengan kontrol arah dan sensor akuisisi target (untuk menandai target). Awalnya digunakan teknologi optic dan laser guidance. (Saat ini seiring dengan perkembangan waktu, banyak bom guided yang menggunakan GPS sebagai sensor akuisisi target – lebih tahan terhadap gangguan cuaca).

Nah, ternyata perkembangan teknologi juga menciptakan masalah baru. Dengan meningkatnya akurasi pengeboman akibat penggunaan bom-bom pintar ini, pihak lawan mengakali dengan membuat bunker instalasi militer mereka jauh di dalam tanah, juga dilindungi dengan lapisan beton pelindung. Dengan demikian akurasi tidak cukup, tetapi juga harus dilengkapi dengan kemampuan menembus bumi (dan beton).
Jawaban atas masalah ini adalah bom bunker buster (bom penghancur bunker), yaitu bom yang didesain khusus untuk menghancurkan deep, hardened targets tersebut. Bom ini dilengkapi dengan bentuk khusus, casing yang lebih kokoh, dan pemicu tunda (fuse delay) sehingga tidak langsung meledak ketika menyentuh tanah, tetapi ‘ngebor’ hingga menembus lapisan tanah dan beton baru kemudian meledak.

Silahkan lihat artikel selengkapnya di sini.

No Responses to “Evolusi Bom Udara ke Darat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: