military, intelligence, security & foreign policy
military, intelligence, security & foreign policy

Doktor asal Jombang Menangi Kompetisi Teknologi Pertahanan di Inggris

August 26, 2008

Doktor asal Jombang Menangi Kompetisi Teknologi Pertahanan di Inggris : Dr Subchan and MoD Grand Challenge

Dr_subchanground_vehicle

(dari Jawa Pos, 26 Agustus 2008)

Ratusan warga Indonesia menikmati suasana perayaan 17 Agustus di rumah dinas duta besar di London hari minggu lalu. Lontong, sate ayam, nasi uduk dan sajian musik, dari pop hingga dangdut menyemarakkan suasana. Di hari Minggu di musim panas, perayaan  kemerdekaan RI yang menghadirkan Eko Patrio, Ulfa Dwiyanti dan Titi Kamal itu  tersebut berlangsung hangat dan meriah.

Di Swindon, kota kecil yang berjarak sekitar dua jam berkendara dengan mobil dari London, terjadi juga perayaan dan juga persembahan  kado Istimewa untuk bangsa Indonesia.  Salah satu putera terbaiknya, Dr Subchan, peneliti di Cranfield University, Shrivenham campus di Oxfordshire, Inggris bersama timnya dinyatakan sebagai pemenang Minister of Defence  (MoD) Grand Challenge. Lomba bergengsi untuk mencari teknologi terapan di dunia militer yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Inggris.

Subchan, pria yang lahir dan besar di Jombang ini, bersama Team Stellar mengembangkan Saturn (Sensing and Autonomous Tactical Urban Reconnaissance Network). Ini semacam robot yang berfungsi mendeteksi ancaman musuh. Tentunya ini bukan sembarang robot. Ini adalah robot terpadu yang memiliki tiga komponen baik di darat maupun di udara, yang bisa mengidentifikasi kekuatan dan posisi musuh di medan pertempuran. Tim Stellar adalah gabungan antara Cranfield University, Stellar Service Ltd, Blue Bear System Ltd, SELEX Sensors dan Airborne System Ltd, TRW Conekt, dan Marshall Specialist Vehicles.

”Robot ini bisa menggantikan manusia untuk mengintai kekuatan dan posisi musuh, tanpa harus beresiko terlihat atau diketahui lawan,” jelas Subchan lulusan Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) jurusan Matematika tahun 1994 kepada Jawa Pos usai kemenangannya.  Inilah yang mungkin menyebabkan Subchan dan Team Stellar unggul dibandingkan peserta lomba yang lain.

Andy Wallace, perwira militer dari Departemen Pertahanan Inggris mengatakan, pihaknya ingin mendapatkan produk teknologi yang membuat misi prajurit di medan tempur semakin aman. ”Kami ingin tentara yang bertugas di lapangan makin aman dan keselamatan mereka terlindungi,” kata Wallace kepada stasiun televisi BBC. Dalam konteks perang modern produk teknologi seperti yang dikembangkan oleh tim Subcham memang sangat relevan. Medan yang asing dan sulit membutuhkan piranti yang sangat membantu prajurit tempur.

Dr_subchanplane1_7

Robot yang dikembangkan Team Stellar ini terdiri atas dua pesawat kecil dan satu kendaraan darat. Semuanya tanpa awak. Wahana ini dilengkapi dengan sensor radar, panas, dan visual. Untuk menyelaraskan kerja ketiga robot ini, dan sekaligus menganalisi hasil yang didapat, dibuat semacam pusat mengendali terpadu.

Menurut pemaparan Subchan pada Jawa Pos,  tiga komponen robot yang dikembangkan oleh team Stellar itu punya fungsi sendiri yang saling menunjang. Pertama adalah berupa pesawat tanpa awak yang terbang tinggi, ini berfungsi untuk memetakan wilayah dan mengetahui medan. Pesawat ini bisa mendeteksi kendaraan militer; tank, bahkan sniper lawan (penembak jitu).  Namun untuk bom, pesawat ini tidak bisa mendeteksi secara akurat. Itulah sebabnya dibuat robot kedua dan ketiga yang berupa pesawat tanpa awak yang terbang rendah dan satu robot darat (ground vehicle). Kedua robot terakhir ini lebih berfungsi untuk mengecek atau melakukan verifikasi terhadap temuan pesawat pertama yang terbang tinggi .

Dr_subchanmission_control_6

Subchan, yang menempuh S2 bidang applied matematics S2  Delf University of Technology di Belanda pada 1998-2000 ini terlibat di bagian desain dan pengembangaan kendaraan udara dan darat tanpa awak. ”Ini memang pekerjaan yang sangat menguras  tenaga dan otak,” ungkap pria kelahiran Jombang Mei 1971 itu.Ia menceritakan proyek robot militer ini dimulai sekitar pertengahan tahun lalu. Selama kurang lebih setahun, Team Stellar yang menggabungkan beberapa perusahaan pertahanan dan Cranfield University itu mengembangkan dan mengujicoba Saturn di lapangan. Ujicoba dilakukan di beberapa tempat di Inggris, antara di Inggris barat dan di timur.

”Proyek ini membuat saya sering ke lapangan dan menghabiskan waktu di alam terbuka, kadang selama berhari-hari untuk menyempurnakan Saturn,” kata Subchan, anak kedua dari empat bersaudara pasangan Abdul Muin dan Djamilah. Dalam enam bulan terakhir, hampir tiap minggu Subchan dan timnya ke lapangan menguji Saturn. Waktu yang terbatas memang menjadi salah kendala pengembangan Saturn. Bahkan sampai babak final pun, masih ada beberapa masalah yang mengganjal.

”Pada proofing event (pembuktian produk)  yang berlangsung selama lima hari, kami sempat khawatir karena sampai hari ketiga komunikasi antara stasiun pengendali di darat dan robot kendaraan tidak begitu bagus,” ungkap Subchan, yang dikaruniai lima anak dari perkawinannya dengan Ima Imadatul, yang juga berasal dari Jombang. Untunglah pada hari keempat persoalan ini bisa diatasi oleh tim.

Salah satu challenge yang harus dilakukan oleh setiap tim adalah dalam waktu satu jam harus mendemonstasikan hasil temuannya di Village of Copehill Down, di Salisbury Plain, Wiltshire Inggris,  sebuah perkampungan yang khusus dibuat untuk latihan militer. Kondisinya perkampungan itu dibuat sedemikian rupa mirip dengan medan peperangan, lengkap dengan snipers, bom, tank, peluncur roket hingga aktor yang berperan sebagai tentara lawan dan penduduk sipil. Robot peserta Grand Challenge MoD harus bisa membedakan mana yang ancaman dan mana yang warga sipil biasa.

Dr_subchanplane2_5

”Saya sangat bersyukur bisa menang,” kata Subchan yang pernah empat tahun bekerja di IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebelum menjadi dosen ITS pada tahun 1994. Ia memang layak berbangga karena dari 11 tim yang mengikuti lomba ini, hanya enam yang masuk babak final. Dan dari enam ini, Team Stellar menang dan berhak atas penghargaan begengsi RJ Mitchell Trophy. Tropi yang mengambil nama perancang pesawat Spitfire Fighter, pesawat tempur  legendaris pada pertempuran Battle of Britain.

Penelitian pertahanan dan keselamatan sipil memang bukan dunia yang asing bagi Subchan. Cranfield University, tempat Subchan sekarang bekerja sebagai peneliti memiliki studi pertahanan. Di sinilah dulu ia menyelesaikan S3 di bidang Guidance and Control (Panduan dan Kendali). ”Berbagai proyek yang saya ikuti hampir semuanya memiliki kaitan dengan pertahanan,” kata Subchan .

Setelah lulus Doktor, ia meneruskan post doctoral  pada Departement Informatics and Sensors pada universitas yang sama dengan bidang yang ditekuninya sekarang adalah decision making, data fusion, mission planning and control (bidang pengambilan keputusan, penggabungan data, dan perencenaan misi).  Ia mengaku tidak pernah membayangkan dan berencana menjadi peneliti militer. Tapi kuliah S3 di Cranfield University membuatnya menekuni penelitian dan pengembangan teknologi militer.

Ia pernah meneliti ‘awan yang tercemar nuklir’. Bila semisal ada kebocoran di reaktor nuklir, Subchan membantu menentukan luas wilayah yang tercemar bahan berbahaya. Dari sini bisa ditentunkan warga di wilayah mana yang harus diungsikan karena kebocoran nuklir tersebut.

”Inilah yang membuat saya senang dan menikmati bidang saya. Ada hasil nyata yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia,” kata Subchan yang juga sering menjadi pembicara pada forum pengajian di Swindon dan London.

Untuk masa depan Saturn yang ia kembangkan bersama Team Stellar, ia belum tahu persis kapan selesai dan dipakai oleh kalangan militer. Subchan menjelaskan teknologi yang dipakai sangat kompleks yang tentunya membutuhkan dana yang besar. ”Kalau dananya tersedia mungkin Saturn bisa hadir lebih cepat,” tandasnya.

* Ditulis untuk Jawa Pos dan Jawa Pos News Network (JPNN) edisi Selasa, 26 Agustus 2008

7 Responses to “Doktor asal Jombang Menangi Kompetisi Teknologi Pertahanan di Inggris”

  1. Mabruk buat pak subhan, meskipun dulu di ITS tidak pernah (melihat) mengikuti kuliah beliau. Ditunggu aksinya di negeri indoensia

  2. Selamat buat pak DR Subchan, kibarkan terus merah putih dan pengabdian buat bangsa dan negara tercinta,bapak sudah mewakili bangsa,kami bangga sekali,mudah-mudahan ada yang lain,amin

  3. pak, salam dari sdm iptek, kami tunggu disini ….

  4. cak, aku arek jombang melok bangga nek sampean oleh penghargaan nang luar negeri.

  5. we still have another Subchan…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: